Festival Panggil Ikan Dugong di Alor Harus Jadi Pariwisata Internasional

AKKARESO.COM ;– Festival Dugong (Panggil Ikan Dugong atau Duyung) yang dihelat oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor menurut rencana bakal dilaksanakan mulai tanggal 19-28 Juli 2019.

Dugong atau Duyung adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup selain manatee dan mampu mencapai usia 22-25 tahun. Duyung bukanlah ikan karena menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evolusi dari gajah.

Berdasar nukilan dari Wati Tanghana– Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berkenan menghadiri Festival Panggil Ikan Dugong atau Tradisi Dugong di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Jumat, 19 Juli 2019.

“Kita akan terkenal karena ada cerita. Festival Panggil Ikan Dugong ini adalah tradisi yang ada dan menjadi kekayaan yang kita miliki. Ini harus menjadi daya tarik internasional,” demikian kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada acara Festival Panggil Ikan Dugong yang diadakan di Pantai Wisata Mali Kabupaten Alor pada, Jumat, 19 Juli 2019.

Gubernur Viktor menjelaskan Festival panggil ikan dugong ini harus dikemas dengan lebih baik lagi sehingga mendatangkan turis pariwisata yang terkenal sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

“Maka dari itu masyarakat diharapkan agar mampu memproduksi hasil olahan dari alam sekitar agar dapat meningkatkan nilai ekonomi dan dapat dipasarkan juga disini,” Pinta Gubernur VBL.

“Saat ini sudah memiliki 40 persen kurang 50 persen. Kedepan kita harus mendeskripsikan dengan baik tentang pariwisata seperti makanan, minuman, belanja sehingga ekonominya meningkat” kata Gubernur.

Gubernur Viktor juga menyampaikan apresiasinya kepada Bapak Onesimus Laa atas kemampuannya untuk memanggil Ikan Dugong salah satu spesies laut yang dilindungi serta belum banyak mendapat perhatian masyarakat.

“Kita harus bangga memiliki orang seperti dia. Dia sangat berperan disini. Terima kasih Bapak Onesimus Laa”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Alor, Amon Djobo juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur beserta rombongan yang sudah hadir dalam acara tersebut.

“Biar masyarakat Alor dikatakan miskin harta tetapi tidak miskin harga diri dan kepercayaan diri. Kami ada disini lewat budaya dan tradisi kami,” kata Bupati Amon Djobo.

Sementara itu, Ir. I Wayan Darmawa, MT, Kadis Pariwisata Provinsi NTT dalam laporannya mengatakan, Kabupaten Alor memiliki 5 (lima) potensi wisata diantaranya Wisata Taman Laut, Diving dan Snorkling, Pancing Mania, Wisata Budaya Takpala dan Bampalola.

Kehadiran Gubernur VBL beserta rombongan disambut dengan persembahan dua lagu, Kami ucapkan selamat datang dan Tanah Air, oleh siswa siswi SD Gmit Pulelang, tarian caka lele dan lego lego dari sanggar Eheng hulu yang artinya beringin berlukis/bersejarah dari Suku Kabola. (*/Adm).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here