Menpora Imam Nahrawi di Tetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK, Terkait Suap Dana Hibah Koni

Akkareso.com ;- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, di tetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pemberian dana hibah Koni.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, bahwa Imam Nahrawi di duga kuat menerima uang sebesar Rp.26,5 miliar sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora.

“Imam diduga menerima uang sebesar Rp.26,5 miliar sebagai commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan selaku Menpora,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam konferensi pers di gedung KPK.

Lebih lanjut Alexander mengungkapkan bahwa, pihaknya dalam hal ini KPK telah melakukan pemanggilan terhadap Imam Nahrawi sebanyak tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 namun Imam tak pernah memenuhi panggilan tersebut.

“Kami telah melakukan pemanggilan tersebut selama beberapa kali, namun Imam selalu mangkir dari panggilan itu. KPK memandang telah memberi ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan,” tutur Alexander.

Imam Nahrawi dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Menurut Alexader, uang yang diterima Imam secara bertahap yakni sebesar Rp.14,7 miliar dalam rentang waktu 2014-2018 melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum yang juga menjadi tersangka dalam perkara ini. Imam juga diduga meminta uang Rp.11,8 miliar dalam rentang waktu 2016-2018.

“Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi menpora dan pihak lain yang terkait,” beber Alexander.

Selain itu, Alexander juga mengatakan bahwa bukan hanya Imam yang ditetapkan jadi tersangka. KPK juga menetapkan asistennya.

“Ya, Miftahul Ulum juga kami tetapkan sebagai tersangka. Imam sendiri beberapa kali sudah disebut dalam persidangan kasus suap dana hibah KONI,” jelasnya

Diketahui dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (12/9), hakim menjelaskan KONI mengajukan proposal. Namun, proposal itu tidak disetujui oleh Deputi IV Kemenpora, Mulyana dan tim verifikasi. Hal itu karena dana itu digunakan di tahun 2019, sementara proposal diajukan di tahun yang sama.

Mulyana dan staf Kemenpora Adhi Purnomo akhirnya memerintahkan Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy untuk berkomunikasi dengan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Hal itu bertujuan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here