PB HMI Turut Berduka Cita Gugurnya Almarhum Randi Sebagai Pejuang Demokrasi

Akkareso.com ;- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyampaikan turut berduka cita atas gugurnya Almarhum Randi, korban penembakan yang terjadi pada saat aksi unjuk rasa penolakan Revisi UU KPK dan UU KUHP di Kendari.

Hal itu disampaikan melalui Ketua Bidang Hukum dan HAM PB HMI Imam Taufiq, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya salah seorang pejuang demokrasi, Almarhum Randy, yang merupakan korban penembakan pada aksi demonstrasi yang terjadi pada tanggal 26 September kemarin.

“Kami juga sangat menyesalkan insiden  penembakan terhadap peserta aksi. Mengutip apa yang telah disampaikan Kapolda Sultra dalam konferensi Pers yang mengatakan  bahwa ‘Betul itu tembakan peluru tajam’ berdasarkan keterangan tersebut, Kapolda Sulawesi tenggara telah membenarkan adanya insiden penembakan terhadap peserta aksi,” ucap Imam Taufiq kepada awak media Akkareso.com.

Lebih lanjut Imam juga menyampaikan bahwa, menyikapi kejadian tersebut Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mempercayakan kepada pihak  Kepolisian.

“Kami percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan menyelesaikan sesuai dengan  mekanisme hukum serta menindak tegas oknum yang melakukan penembakan,” tegas Imam.

Selain itu imam meminta agar kasus ini diusut tuntas dan ditindaki yang seadil-adilnya.

“Menindak tegas oknum tersebut tanpa pandang bulu demi tegaknya keadilan di negeri ini. Ini khususnya bagi korban dan keluarga korban,” pungkasnya

Dikeahui Randi (22) mahasiswa Halu Oleo meninggal dunia pada saat menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan Revisi UU KPK dan UU KUHP. Almarhum Randi yang juga kader IMM, meninggal dunia setelah diketahui tertembak dibagian dada sebelah kanan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here