HMI Cabang Selong Minta Pemda Lotim Lakukan Kajian Ilmiah Identifikasi Baju Adat Asli Sasak

Akkareso.com|Makassar ;- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI Cabang Selong angkat bicara terkait Seragam ASN dan pegawai pemerintah yang dinilai compang camping, Rabu (6/11/2019)

Mereka menilai bahwa sesuai dengan peraturan Bupati yang di keluarkan beberapa waktu lalu terkait aturan pemakaian baju adat di lingkup pegawai pemerintah kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) yang di tetapkan bahwa setiap hari kamis, semua ASN dan pegawai harus menggunakan baju adat.


Hal itu tentu sangat positif, guna merawat tradisi dan budaya lokal suku sasak pada khususnya. Namun ada hal janggal dalam penerapan aturan tersebut di atas yaitu pemerintah daerah dalam hal ini dinas pariwisata tidak melakukan kajian mendalam tentang mana sesungguhnya baju adat asli suku sasak.

“Menurut saya justru aplikasi penerapan aturan pemakain baju adat ini terlihat lucu. Karena, semua ASN dan Pegawai yang memakai baju adat semuanya rata-rata compang-camping dan main pakai, asal itu kain atau songket ya, di pakai saja,” kata M.Ahwal Usri Yusro Ketua Umum HMI Selong kepada Wartawan.

Lebih jauh, Ahwal menambahkan belum lagi bapak-bapak yang pakaiĀ  sarung berkemeja putih dan memakai sepatu pada hari kamis.

“Jadi pertanyaan saya apakah itu sesungguhnya pakaian adat sasak. Kekhawatiran saya justru ini bisa saja menyesatkan asumsi anak-anak yang masih belum paham tentang mana sesungguhnya baju adat has daerah kita sendiri,” ujar Ahwal.

Selain itu, Ahwal juga magatakan bahwa, seharusnya pemerintah daerah (Pemda) melakukan riset mendalam dulu kemudian mengeluarkan aturan penggunaan baju adat ini.

“Seharusnya ada riset dulu, sehingga jika sudah bisa di identifikasi maka ada keseragaman dan kesepahaman soal mana sesungguhnya baju adat khas daerah suku sasak,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here