Soal Pembangunan Stasiun Antariksa di Biak, Ini Kata Anggota DPRD

Akkareso.com|Makassar ;- Wakil Ketua sementara DPRD Biak, Adrianus Mambobo angkat bicara terkait pembangunan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang pertama di┬áBiak Papua. Jum’at (8/11/2019).

Terkait pembangunan tersebut, Adrianus Mambobo mengatakan LAPAN dan lembaga terkait perlu mempertimbangkan kepemilikan tanah hak ulayat warga setempat.

“Ya jika wilayah Soukobye tetap dijadikan pembangunan stasiun antariksa diharapkan dapat berdampak kepada masyarakat lokal dalam bidang pendidikan teknologi, ekonomi, sosial, lapangan kerja dan budaya,” ujar Adrianus.

Hak ulayat merupakan wewenang dan kewajiban masyarakat hukum adat yang berhubungan dengan tanah pada wilayahnya. Hak tersebut diatur oleh kepala suku ataupun kepala desa setempat.

Selain itu, ia juga berharap proyek yang melibatkan LAPAN, Pemkab Numfor, Pemerintah Provinsi Papua, dan kementerian terkait ini perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dengan semakin banyaknya kegiatan sosialisasi diharapkan warga di Kabupaten Biak Numfor, khususnya mendapatkan informasi yang benar dan bisa menerima rencana program pemerintah untuk pembangunan stasiun antariksa di Biak,” jelasnya

Namun rencana tersebut dinilai masih perlu kajian lingkungan lebih dalam. Stasiun itu akan dibangun di Kampung Soukobye, distrik Biak Utara.

Biak dipilih sebagai stasiun peluncuran roket karena letaknya dekat dengan garis ekuator.Sementara itu, Desa Soukobye berada sekitar satu derajat Lintang Selatan dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Dimana letak geografis Biak cukup strategis dan aman. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here