PB HMI Minta Polda Sultra Secepatnya Tangkap Pelaku Pembacokan Kadernya

Akkareso.com|Kendari ;- Salah Seorang Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari Bernama Muhammad Iksan (23) menjadi Korban Pembacokan oleh para preman sesaat setelah pulang dari unjuk rasa memprotes dugaan aktivitas Ilegal Mining PT. MLP dan ASKON, Kamis (2/1) dikantor DPRD Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan keterangan saksi mata AS, beberapa orang yang melakukan penyerangan dan pembacokan kepada rekannya diduga merupakan suruhan salah satu perusahaan tambang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara.

Ia mengatakan, setelah mereka kembali ke kampus (Fakultas Kehutanan) sekitar pukul 13.30 Wita, Ia bersama korban dan beberapa temannya, duduk santai dihalaman Gedung Fakultas sambil menunggu staf akademik mengurus persiapan KKN.

Tiba-tiba muncul beberapa orang mengendarai Motor Yamaha Vixion menghampiri mereka kemudian langsung membacok kepala korban menggunakan parang. Korban bersama teman-temannya pun lari menyelamatkan diri.

Tak hanya itu, menurut AS, kedua pelaku pembacokan sempat mengejar mereka, namun hanya sesaat, kemudian pergi meninggalkan lokasi kejadian.

“Kami semua ini, melakukan aksi demo. Tiba-tiba ada yang muncul dua orang naik motor vixion. Yang membawa motor orangnya gemuk sedangkan yang memegang parang orangnya brewok. Dia langsung datang menebas Iksan, sempat dia buru kita, tapi kami lari,” ungkap AS.

Muhammad Iksan selaku korban mengatakan datangnya beberapa orang yang diduga preman itu tidak lama sejak dirinya dan masa aksi lainnya berbalik arah pulang menuju Kampus, Fakultas Kehutanan UHO.

Atas kejadian itu, ia menduga bahwa preman tersebut adalah kiriman dari perusahaan tambang di Konawe Utara.

(Foto/Akkareso.com)*

“Kuat dugaan kami, kedua preman tersebut, kiriman dari perusaahaan yang kita demo tadi di DPRD, karena tidak lama kita sampai dikampus mereka langsung datangi kita lima orang,” ucapnya

Terpisah, saat dihubungi melalui Pesan Singkat WhatsApp, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhamad Ikram Pelesa mengaku kaget mendengar kabar pembacokan salah seorang Kader HMI Cabang Kendari, usai menggelar aksi demonstrasi soal tambang di DPRD Sulawesi Tenggara Siang tadi.

Terkait peristiwa ini, ia mengatakan telah menyempaikan hal ini kepada pengurus PB HMI untuk ditindaklanjuti.

“Handphone tadi baru usai Shalat Magrib saya aktifkan kebetulan ada kegiatan, jujur saya kaget mendengar kabar ada insiden pembacokan salah seorang kader HMI Cabang Kendari, ini sangat disayangkan. Saya langsung membagikan beberapa dokumentasi foto/video kondisi korban kepada teman-teman pengurus untuk ditindak lanjuti, intinya kasus pembacokan terhadap kader kami, akan kami kawal,” kata Muhamad Ikram, Kamis (2/1).

Ia juga meminta kepada Kapolda Sultra untuk segera menangkap pelaku pembacokan terhadap Muhammad Iksan selaku Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari yang juga Mahasiswa Asal Kabupaten Konawe.

Menurutnya, insiden kriminalisasi aktifis di Sulawesi Tenggara harus menjadi perhatian serius terhadap aparat kepolisian.

“Kami meminta kepada Kapolda Sultra untuk segera menangkap pelaku pembacokan terhadap kader kami di HMI dan adik kami di IPPMIK Kendari, saya harap insiden kriminalisasi aktifis di Sulawesi Tenggara harus menjadi perhatian serius terhadap aparat kepolisian, ini tidak boleh terulang lagi,” tutupnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here