Soal Virus Corona, Gubernur Sulsel Imbau Kegiatan Bersifat Massal di Tunda

Akkareso.com|Makassar ;- Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. H.M Nurdin Abdullah telah mengimbau, termasuk kepada pemerintah daerah agar kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal untuk ditunda.

Ini terkait Pandemi Virus Covid 19 (Corona) yang telah masuk di Indonesia membuat Sulsel mulai bersiap dan waspada.

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional, itu juga sudah kita sampaikan untuk ditunda,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Senin (16/3/2020).

Lanjut Nurdin, dengan antisipasi terkait virus corona, hal ini dapat dimengerti oleh masyarakat termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Untuk Hari Budaya tanggal 1 April mendatang, Gubernur juga telah meminta Walikota Makassar untuk melakukan penundaan.

“Alhamdulillah atas pengertian semua, sudah ada kepastian untuk menunda kegiatan. Termasuk Hari Kebudayaan yang akan mendatangkan orang juga kita juga tunda, hampir semua kegiatan kita tunda. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” jelasnya.

Pintu masuk arus manusia juga di pantau seperti bandara dan pelabuhan. Demikian juga dengan kegiatan domestik di Sulsel.

Selain itu Gubernur juga berkoordinasi dengan tokoh-tokoh yang akan melakukan pertemuan besar. Ia mencontohkan, Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja Se-Indonesia Dihelat di Asrama Haji Sudiang, yang dilaksanakan pada tanggal 17-20 Maret 2020 mendatang juga ditunda.

“Termasuk Ketua Sinode Gereja Toraja. Kebetulan tanggal 17 ada pertemuan nasional di sini Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu. Tadi beliau menyampaikan siap menunda dan sudah diumumkan,” tutur Gubernur

Salah satu kegiatan yang melibatkan tamu dari luar Negeri yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang akan dilaksanakan Minggu 20-22 Maret 2020, diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” jelasnya

Sebelumnya Nurdin juga meminta agar wisuda yang akan dilaksanakan di UNHAS besok, 16 Maret dipercepat tanpa ada jabat tangan. Kemudian hari ini keluar keputusan dari UNHAS untuk ditunda.

“Kita tunggu sampai waktu yang baik,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here