Gema Selaparang Buka Posko Pengaduan, Korban Penipuan Dana RTG

Akkareso.com|Makassar ;- Gerakan Masyarakat Selaparang (Gema Selaparang), membuka posko pengaduan terkait penyalahgunaan Dana Rumah Tahan Gempa (RTG). Hal ini dilakukan berdasarkan temuan dan aspirasi dari masyarakat.

Rapat perdana Pembentukan posko pengaduan ini dilaksanakan disalah satu mall di Mataram yang melibatkan beberapa penasehat Gema Selaparang yang berbagai macam latar belakang seperti analis kontruksi, angkutan publik independent dan pengacara.

Berdasarkan paparan, 51 data laporan korban tim analis utama Gema selaparang meyetujui dibentuknya posko pengaduan.

“Kita sudah pegang 51 data permulaan yang berdasarkan kajian tim analis utama laporan dugaan penyunatan dana RTG, disetuji buka untuk umum,” ujar Koordinator Posko Hendrawan Saputra, SH, pada jumat (20/3/2020).

Hendra juga menegaskan saat ini, tim operator lapangan sedang turun memvalidasi keterangan korban berdasarkan bukti kwitansi dan rekaman dari para oknum tukang sunat serta dalam rangka mengefektivitaskan kerja-kerja tim, pihaknya akan akan menerima lebih banyak pengaduan.

“Kami rekrut sekitar 60 tenaga operator lapangan, yang latar belakang aktivis untuk memvalidasi data dalam rangka menjaga kerahasian korban, tenaga operator lapangan bekerja sesuai SOP dan dengan pola senyap,” Tegasnya.

Sementara itu Analis madya yang juga di tunjuk sebagai koordianator tim analis oleh tim analis utama M.Akhdar Arta Suta, S.E, menjelaskan awalnya para korban kita mau fasilitasi untuk melaporkan ke aparat penegak hukum, namun berdasarkan saran tim analis utama, diminta untuk menghimpun laporan sebayak-banyaknya agar kerja epektif.

“Awalnya kita mau langsung Joss, namum atas pertimbangan tim analis utama, kita mundur untuk menghimpun data sebayak-banyaknya,” ujar M.Akhdar

lebih jauh, Akhdar berharap agar korban dugaan penipuan dana RTG ini melapor melalui mekanisme, yang langsung di posko-posko atau melaporkan secara online melalui aplikasi online yang sudah di siapkan.

“Masyarkat bisa melapor dengan mengintak langsung nomor hanphone yang beredar, atau melaporkan secara online di aplikasi yang beredar dengan menjelaskan secara detail, nama korban alamat, barang bukti berupa kwitansi atu rekaman percakapan, dan kami menjamin kerahasian nama dan alamat pelapor,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here