Soal Robohnya Pelabuhan Paria, LSM Kompak Desak Pemda Bombana Tanggukan Pencairan

Akkareso.com|Makassar ;- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompak angkat bicara terkait Pembangunan pelabuhan Paria Desa mattirowalie, kecamatan poleang, Kabupaten Bombana.

Pembangunan jembatan yang di anggarkan sebesar 6,5 miliar melalui APBN dengan harapan bahwa masyarakat bisa menikmati pembangunan tersebut. Namun pelabuhan tersebut akan roboh sebelum waktunya.

“Kami menganggap bahwa program andalan pemerintah Bombana untuk menjadikan pelabuhan Paria yang bertaraf internasional itu, ternyata di kerjakan asal-asalan. Pengerjaannya tidak sesuai bestek, Kontraktornya pun hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan,” ujar Fajar pengurus LSM Kompak, pada Jumat (15/5/2020).

Lebih lanjut, Fajar menyampaikan untung saja pada saat robohnya pelabuhan itu tidak menelan korban jiwa, terhadap masyarakat yang sering beraktivitas di pelabuhan tersebut.

“Anggaran 6,5 milyar yang di gelontorkan oleh kementrian perhubungan itu ternyata kontraktor yang memenangkan tender tersebut tidak dapat menyelesaikan pengerjaannya,” jelasnya

Sementara itu, Sesuai dalam kontrak perjanjian yang ada, kontraktor pekerjaan kemudian mengusulkan untuk permohonan ADENDUM karena pekerjaan tersebut menyebrang tahun.
Kami merasa miris melihat Pemerintah Bombana melakukan penambahan anggaran sebesar 3,9 Milyar APBD kepada kontraktor yang sama. Dimana meskipun dengan perusahaan berbeda seharusnya kontraktor tersebut harus di berikan sanksi karena tidak menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.

Foto : Kondisi bangunan pelabuhan Paria. (Akkareso.com)

Padahal sebelumnya tim BPK Sultra, telah memeriksa pekerjaan tersebut dengan menemukan ada bagian bangunan yang sudah retak padahal belum pernah di gunakan sama sekali oleh masyarakaat dan telah memerintahkan kontraktor nya untuk memperbaiki pekerjaan tersebut, tidak lama setelah itu bangunan pelabuhan itu roboh

“Mestinya tidak di menangkan meskipun mengunakan perusahaan orang lain dalam mengikuti lelang pekerjaan pelabuhan paria,
kok ini bisa sih, ada apa dengan panitia lelang,” tutur fajar

LSM Kompak berharap kepada pemerintah Kabupaten Bombana agar hal ini segera mendapatkan perhatian dengan tidak mencairkan anggaran pencairan melalui BPKAD Bombana

“Semogah saja anggaran seratus persen pekerjaan tersebut belum di cairkan oleh BPKAD Bombana dan kami minta transparansi terkait dengan progres pencairan anggaran oleh instansi tersebut, terkait dengan pelabuhan desa paria itu harus di prioritaskan pemanfaatan nya untuk masyarakat bukan untuk di gunakan perusahaan termasuk PT Jhonlin batu mandiri karena kami inginkan jhonlin harus mempunyai terminal khusus”Pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here