Positif Corona 67 Orang, KNPI Bombana Angkat Bicara

Akkareso.com|Makassar ;- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten Bombana angkat bicara terkait meningkatnya kasus Covid-19 di daerahnya.

Pemerintah Bombana seharusnya sudah mengambil langkah strategis untuk memutus mata rantai penyebaran, jika kasus ini terus bertambah maka akan memberikan tugas yang lebih besar lagi kepada pemerintah dan ini tentunya bukan hal yang kita harapkan.

“Jumlah masyarakat Bombana yang positif sudah 67 dan angka ini di prediksi akan terus meningkat. Pemerintah Bombana dalam hal ini H. Tafdil, selaku ketua satgas harus melakukan Langkah tepat dalam memutus penyebarannya,” kata Sulharjan, Sekertaris umum KNPI Bombana, Sabtu (16/5/2020)

Menurutnya langkah yang pemerintah terapkan dengan melakukan penjagaan wilayah perbatasan darat sudah di lakukan dan cukup maksimal sesuai dengan protap. Akan tetapi, kata dia hal ini tidak dapat mengahalangi wabah corona virus untuk menyebar luas di Bombana, mengingat bahwa mayoritas masyrakaat yang terpapar adalah orang yang mempunyai riwayat perjalanan laut.

“Yang terpapar itu adalah eks penumpang KDoro londa. Jadi dengan kejadian ini harusnya ada peningkatan kerja satgas khusus di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Bombana,” tegas Sulharjan

Selain itu, dia juga menyarankan agar pemerintah melakukan langkah-langkah yang efektif dan efesien seperti memberikan batas sebagai daerah, dengan memasang pengumuman di pinggir jalan di batas desa atau kecamatan begitu pun bagi sebagian daerah lain.

“Tempat keramaian seperti pasar-pasar seharusnya di buatkan protap khusus untuk masyarakat melakukan aktivitas jual-beli. Juga segera lakukan penyemprotan desinfektan dan pengunaan masker sudah harus menjadi kewajiban bagi masyarakat Bombana baik yang sakit maupun yang sehat,” tutur Sulharjan

Sebelumnya pemerintah Bombana sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarkat akan tetapi di beberapa daerah belum disiplin dalam implementasinya sehingga bupati harus rajin-rajin lagi mengingatkan ke pemerintah kecamatan maupun desa agar tegas kepada masyarakat yang KAPATULI. Pemerintah Bombana seharusnya mengusulkan ke pemerintah pusat sebagai wilayah memperlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB)

Sebagai penutup, Mereke meminta agar Pemerintah juga harus memprioritaskan kebutuhan tenaga medis seperti Alat Pelindung diri (APD), ini sangat penting untuk melindungi mereka sudah saatnya satgas desa juga di bekali beberapa APD.

” Jadi setiap puskesmas kecematan harus menyiapkan stok APD minimal 100 buah. Sementara untuk memastikan warganya betul betul aman dari paparan covid 19. Maka harus lakukan tes screening baik itu rapid test ataupun swab apusan hidung dan tenggorokan,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here